AGAMA LOKAL 2017 PA4 A KEL. 8

3 suku tambahan (suku madura)

Suku madura

Sejarah Suku Madura
            Seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kangean. Selain itu, orang Madura tinggal di bagian timur Jawa Timur biasa disebut wilayah Tapal Kuda, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura yang berada di Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Lumajang, Jember, jumlahnya paling banyak dan jarang yang bisa berbahasa jawa, juga termasuk Surabaya Utara, serta sebagian Malang. ada juga yang menetap di Bawean, di negeri jiran Malaysia, Timor Leste, Brunei Darussalam misalnya juga ada, mereka ada yang menjadi penduduk tetap (sudah dapat IC/ surat tinggal selamanya.), Bahkan ada juga di negara Negara Timur Tengah.
 Sebaran Tinggal Suku Madura
Di samping suku Jawa dan Sunda, orang Madura juga banyak yang bertransmigrasi ke wilayah lain terutama ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta ke Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, dan sekitarnya, juga Negara Timur Tengah khususnya Saudi Arabia. Beberapa kota di Kalimantan seperti Sampit dan Sambas, pernah terjadi kerusuhan etnis yang melibatkan orang Madura disebabkan oleh kesenjangan sosial, namun sekarang kesenjangan itu sudah mereda dan etnis Madura dan penduduk setempat sudah rukun kembali.
Sifat Dasar Suku Madura
Orang Madura itu pada dasarnya mempinyai sifat dasar etos kerja yang tinggi, ramah,giat bekerja dan ulet mereka suka merantau karena di daerahnya tidak baik untuk bertani. Orang perantauan Madura pada umumnya berprofesi sebagai pedagang misalnya : pedagang besi tua , pedagang asongan, dan pedagang pasar. 
 Agama Dan Kepercayaan
Mayoritas masyarakat hampir 100 % suku Madura adalah penganut Islam bahkan suku Madura yang tinggal di Madura bisa dikatakan 100 % muslim. suku Madura terkenal sangat taat dalam beragama islam. Salah satu sebabnya dengan adanya Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh pulau madura. Misalnya Pondok Pondok pesantren miftahul ulum panyepen, Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, pondok pesantren Al hamidiy banyuanyar Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar di Kabupaten Pamekasan, Pondok pesantren Annuqayah disingkat PPA pesantren yang terletak di desa Guluk-Guluk, Pondok Pesantren Al-Amin di Sumenep dan , Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Pondok Pesantren Attaraqqi Sampang, dan pesantren-pesantren lainnya dari yang memiliki santri ribuan, ratusan, dan puluhan yang tersebar di Pulau Madura. Pesantren-pesantren begitu mengakar dalam kehidupan masyarakat Madura karena pesantren tidak sekedar mengajar ilmu agama tapi juga mempunyai kiprah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan peduli pada nasib rakyat kecil.

POLA HIDUP Sosial Budaya
Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka memiliki sebuah peribahasa lebbi bagus pote tollang, atembang pote mata. Artinya, lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata). Sifat yang seperti ini melahirkan tradisi carok pada masyarakat Madura.tetapi tradisi lambat laun melemah seiring dengan terdidiknya kaum muda di pelosok desa, dahulu mereka memakai kekuatan emosional dan tenaga saja, namun kini mereka lebih arif dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada.
Ada perbedaan antara Madura Timur(Sumenep dan Pamekasan)dengan Madura Barat (Sampang dan Bangkalan). Orang Madura Timur dikenal lebih halus baik dari sikap, bahasa, dan tatakrama dari pada orang Madura Barat. Orang Madura Barat lebih banyak merantau dari pada Madura Timur. Hal ini, dikarenakan Madura Barat lebih gersang dari pada Madura Timuryang dikenal  lebih subur.

RITUAL KEAGAMAAN

Upacara Pelet Kandung
Sebuah perkawinan yang pada akhirnya diharapkan oleh semua orang adalah menciptakan mahligai rumah tangga yang bahagia dan sejahtera serta terbangun rumah tangga mawaddah wa rahmah. Untuk mencapai maksud tersebut tentu banyak usaha yang disiapkan dan dilakukan oleh orang tua ketika harus menikahkan putra putrinya dalam suatu proses yang dibenarkan oleh adat dan budaya. Demikian pula yang terjadi pada masyarakat madura. Upacara yang kerap menjadi tuntutan dan tuntutan sejak kelahiran anak, perkawinan sampai kematianpun dilakukan dengan proses panjang.

Upacara pelet kandung secara harfiah pelet kandung atau peret kandung atau pelet betteng atau salameddhan kandhungan punya arti pijat kandungan secara tradisional masyarakat madura cenderung tahap demi tahap melakukan pijat kandungan sebagai bentuk pencegahan dan penghindaran agar bayi yang dikandungan tidak mengalami masalah sehingga ketika bayi dilahirkan berjalan lancar dan aman.

Upacara Sandur Patel 
Sandur atau dhamong ghardam merupakan ritus yang ditarikan, dengan berbagai tujuan antara lain ; untuk memohon hujan, menjamin sumur penuh air, untuk menghormati makam kramat, membuang bahaya penyakit mengenyahkan musibah/bencana. Adapun bentuk ritual ini berupa tarian dan nyayian diiringi oleh musik. Adakalanya satu atau dua peserta mangalami kesurupan, karena memang dikondisikan oleh pawang/dukun sebagai mediator dalam berhubungan dan berdialog dengan makhluk dari alam lain.

Upacara Nadar
Upacara nadar dilaksanakan sebagai ungkapan terimakasih kepada Tuhan yang telah memberika rezeki, yaitu panen garam. Pelaksanaan upacara tidak terlepas dari tempat upacara, saat upacara benda-benda dan alat upacara, serta orang-orang yang melakukan dan memimpin upacara. Sejumlah instrumen ritual disajikan secara khusus sehubungan dengan upacara itu.instrumen yang digunakan dalam upacara pertama dan kedua sama, yaitu bunga dan bedak serta kemenyan ditambah nasi dan lauk seperti ayam, telur, serta bandeng. Bunga dan bedak digunakan untuk tabur bunga di makam leluhur. Hal ini sebagai simbol rasa terima kasih kepada leluhur, sedangkan kemenyan merupakan parfum atau wewangin bagi arwah leluhur. Nasi sebagai simbol rezeki yang dihasilkan para petani garam. Ayam merupakan binatang yang bertelur sehingga masyarakat menganggap bahwa ayam merupakan simbol harapan supaya rezeki yang dihasilkan terus melimpah. Karena ayam yang sajikan utuh (pitiknd hekem ) maka disebut ayam ungkul. Pemaknaan ini disesuaikan dengan kemiripan bunyi fonetisnya dengan tumungkul (tercapai kehendak). Telur merupakan perwujudan rezeki yang dihasilkan dan bandeng merupakan binatang yang hidup di tambak begitu pula garam sehingga hal ini sebagai simbol hasil panen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal suku sentani agama lokal PA4A kel 8

Jurnal suku sentani KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT HUKUM WARIS MASYARAKAT PATRILINEAL DALAM SUKU SENTANI DISTRIK EBUNG...