AGAMA LOKAL 2017 PA4 A KEL. 8

Jurnal suku minahasa agama lokal PA4 A kel 8

Jurnal suku minahasa
Kesenian Kuno Minahasa: Dari Perspektif Sejarah Publik

Yuda B. Tangkilisan

ABSTRACT

Kajian Sejarah Indonesia memperlihatkan perkembangan yang menarik untuk disimak lebih lanjut. Arah dan jangkauan pembahasannya tidak lagi berkutat pada permasalahan yang ditimbulkan oleh pengaruh aliran Posmodernisme, melainkan bergerak ke ranah publik. Perkembangan ini memunculkan suatu perhatian pada Sejarah Publik (Public History). Berbagai pemikiran, penelitian dan kegiatan dilakukan berkenan dengan pengembangan ranah pembahasan ini. Gerakan yang berasal dari publik (masyarakat) menarik perhatian kalangan akademik. Sejarah Publik menyadarkan mereka bahwa pengembangan sejarah tidak lagi monopoli dunia akademik. Justru, kalangan publik lebih giat dan agresif dalam merambah bidang-bidang pembicaraan sejarah. Berbagai karya diterbitkan yang secara kuantitas dan kualitas menyaingi produktivitas sejarawan akademik.

KEYWORDS

Indonesia; heritage; cultural authority; Minahasa; art

STEREOTIP SUKU MINAHASA TERHADAP ETNIS PAPUA (STUDI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI)
Feybee H. Rumondor, Ridwan Paputungan, Pingkan Tangkudung
Abstrak : Stereotip Suku Minahasa Terhadap Etnis Papua. Pendahuluan : stereotip adalah suatu keyakinan yang berlaku digeneralisasikan, terlalu dibuat mudah, sederhana, atau dilebih-lebihkan mengenai suatu kategori atau kelompok orang tertentu. Kecenderungan seseorang atau suatu kelompok untuk memiliki stereotip terhadap kelompok lain dapat mempengaruhi interaksi antar keduanya. Berkembangnya stereotip tersebut bisa menjadi potensi yang menghambat dalam komunikasi antarbudaya. Kesalahpahaman-kesalahpahaman antarbudaya seperti ini dapat dikurangi bila setiap kelompok atau daerah setidaknya mengetahui bahasa dan prilaku budaya orang lain, serta mengetahui prinsip-prinsp komunikasi antarbudaya dan mempraktikannya dengan bertoleransi dalam kehidupan sehari-hari. Metode : penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teori interaksi simbolik . Hasil : stereotip yang dimiliki suku minahasa terhadap etnis papua sangat berimbang antara stereotip yang bersifat positif dan negatif. Saran : untuk menghindari terbentuknya stereotip sangat dibutuhkan untuk mengembangkan rasa empati, memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, dan menghindari sifat etnosentrisme.
Kata kunci : komunikasi antarbudaya, interaksi simbolik, stereotip.

Kontinuitas Dan Perubahan Fungsi Dan Makna Ruang Pada Rumah Adat Minahasa
Eirene Resmalia Ganap, 101 1765 023 (2014) Kontinuitas Dan Perubahan Fungsi Dan Makna Ruang Pada Rumah Adat Minahasa. Skripsi thesis, Desain Interior ISI Yogyakarta
Abstract
Rumah adat Minahasa dalam perkembangannya telah mengalami berbagai perubahan. Namun, di antara perubahan tersebut tetap ada bagian-bagian yang tidak berubah, melainkan tetap dipertahankan hingga kini. Perubahan pada interior rumah Minahasa dan tatanan huniannya tersebut dipengaruhi oleh faktor ekonomi, mata pencarian masyarakat, sistem kekerabatan, keyakinan masyarakat, serta aktivitas masyarakat dalam mengikuti perkembangan zaman. Penelitian kualitatif dilakukan tidak dalam rangka membuat generalisasi karena kontinuitas dan perubahan fungsi dan makna interior rumah Minahasa tidak memiliki karakteristik yang sama antara rumah satu dan rumah lain. Pendekatan sejarah-desain dengan penekanan pada kontinuitas dan perubahan fungsi serta makna ruang terhadap beberapa rumah adat Minahasa berusia tua berlangsung pada tingkat perubahan yang cukup lamban (long duration) dan membutuhkan waktu lebih dari satu abad. Dalam kurun waktu tersebut, kontinuitas dan perubahan yang terjadi pada fungsi dan makna ruang rumah adat Minahasa disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan akan ruang, peralihan penghuni rumah, berubahnya aktivitas dan mata pencaharian, usia pengguna ruang yang semakin tua
Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Disain > Disain Interior
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Disain > Disain Interior
Depositing User: IH Nurcahyadi Nurcahyadi
Date Deposited: 08 Dec 2014 06:22
Last Modified: 08 Dec 2014 06:22
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/359

PERSEPSI TENTANG PERAYAAN PENGUCAPAN SYUKUR MINAHASA (STUDI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MAHASISWA LUAR SULAWESI UTARA DI FISPOL
Aprilia Zelika, Ferry V. I. A. Koagouw, J. P. M. Tangkudung

Abstract

Penelitian ini memfokuskan permasalahan pada bagaimana pengalaman mahasiswa luar Sulawesi Utara di Fispol Unsrat ketika mengikuti perayaan pengucapan syukur Minahasa dan juga bagaimana persepsi yang muncul pada mahasiswa luar Sulawesi Utara di Fispol Unsrat setelah mengikuti perayaan pengucapan syukur minahasa. Dengan pendekatan peneltian metode kualitatif, serta menggunakan landasan teori fenomenologi. Dengan memanfaatkan teknik pengumpulan data secara kualitatif, melalui wawancara langsung dengan informan penelitian yang telah di tetapkan melalui teknik snowball sampling, maka mendapatkan hasil penelitian sebagau berikut : (1) Pengalaman mahasiswa etnik luar Sulawesi Utara di FISPOL UNSRAT dalam mengikuti perayaan pengucapan syukur, ialah sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa sikap dari mahasiswa etnik luar Sulawesi Utara yang begitu terkesan dengan kebudayaan pengucapan syukur karena dianggap sebagai salah satu kebudayaan yang mampu memupuk dan memperkuat rasa solidaritas, gotong royong (mapalus), serta rasa kekeluargaan di lingkup sosial masyarakat etnik Minahasa. Melalui kebudayaan ini pula etnik Minahasa menjadi dikenal sebagai etnik yang berbudi luhur karena tetap menjaga dan melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhurnya. (2) Persepsi yang muncul pada mahasiswa etnik luar Sulawesi Utara di FISPOL UNSRAT setelah mengikuti perayaan pengucapan syukur umumnya beragam dan didominasi oleh persepsi positif. Persepsi menjadi beragam karena didalamnya tidak hanya terdiri dari persepsi positif saja, tetapi ada pula persepsi yang bersifat negatif. Persepsi positif yang mendominasi ialah seperti pengucapan syukur yang meskipun telah tergerus oleh era modernisasi tetap mempertahankan dan melerstarikan pelaksanaannya sesuai dengan makna dan konsep yang sesungguhnya. Makna dan konsep pengucapan syukur yang sesungguhnya ialah berupa nilai-nilai religius yang diwarisi sejak dahulu oleh para leluhur masyarakat etnik Minahasa dalam mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang berlimpah dan penyertaan-Nya didalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu persepsi negatif yang muncul diantaranya; pertama, pengucapan syukur dianggap sebagai suatu kebudayaan yang mengandung unsur hedonisme karena dijadikan sebagai ajang unjuk status sosial di masyarakat. Sebagai contoh, ada beberapa masyarakat yang hadir sebagai partisipan (tamu) dan yang lainnya sebagai pihak penyelenggara (tuan rumah) keduanya sama-sama berbusana dengan menggunakan perhiasan secara mencolok, berlebihan, dan tidak sesuai pada tempatnya. Kedua, ada anggapan bahwa pengucapan syukur sebagai pemicu kemunculan konflik sosial, seperti keributan dan aksi tindak kriminal. Hal ini terjadi karena bentuk hiburan yang dihadirkan seperti minum minuman keras (bagate), karaoke dan musik disko dinikmati atau dilakukan melebihi batas wajar yang ada. Sehingga konflik sosial tersebut tak mampu untuk dihindari dan berimbas pula pada keamanan serta kenyamanan warga sekitar.

Kata kunci : Persepsi,Perayaan, Pengucapan Syukur,

                                     Kesimpulan

Minahasa merupakan salah satu suku yang mengutamakan persatuan, ini tercermin dari pengertian awal nama “Minahasa” bukanlah nama etnis melainkan “Persatuan” dari sejumlah suku/sub-etnis tersebut. Dan juga budaya Mapalus (tolong- menolong) yang ada pada suku Minahasa.
Sistem kekerabatan di Minahasa mengikuti garis keturunan dari orang tua laki-laki (patrilinial).
Fungsi pemimpin di Minahasa tidak pernah terjadi karena warisan, dikarenakan sejak awal bangsa Minahasa tidak pernah terbentuk kerajaan atau mengangkat seorag raja sebagai kepala pemerintahan. Di Minahasa, setiap orang dapat di panggil (dipilih) untuk menjalankan pemerintahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal suku sentani agama lokal PA4A kel 8

Jurnal suku sentani KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT HUKUM WARIS MASYARAKAT PATRILINEAL DALAM SUKU SENTANI DISTRIK EBUNG...