AGAMA LOKAL 2017 PA4 A KEL. 8

RESPONDING PAPER AGAMA LOKAL SUKU BATAK KEL 8

SUKU BATAK

A.    MITOLOGI BATAK
Mitologi Batak adalah kepercayaan tradisional akan dewa-dewi yang dianut oleh orang Batak. Agama Batak tradisional sudah hampir menghilang pada saat ini, begitu juga dengan mitologi Batak. Kepercayaan Batak tradisional terbentuk sebelum datangnya agama Islam dan Kristenoleh dua unsur yaitu megalitik kuno dan unsur Hinduyang membentuk kebudayaan Batak. Pengaruh dari India dapat terlihat dari elemen-elemen kepercayaan seperti asal usul dunia, mitos penciptaan, keberadaan jiwa serta bahwa jiwa tetap ada meskipun orang telah meninggal dan sebagainya.
Suku Batak yang memiliki banyak ragam kebudayaan dan seni yang sangat terkenal, suku ini pula memiliki mitologi yang telah mereka yakini sebagai asal usul penciptaan alam semesta serta hal-hal lain yang terkait.
Menurut Mitologi Batak, tempat asal suku Batak adalah gunung Pusuk Buhit yang terletak di sebelah Barat Laut Danau Toba.
Pada umumnya, pemberitaan yang dilakukan dari mulut ke mulut tidak dapat di percaya. Hal ini terbukti dengan banyak cerita dan dongeng yang beredar di kalangan bangsa dan suku-suku negeri ini, yang semuanya tidak sesuai dengan pemberitaan alkitab tentang penciptaan yang hanya mempunyai dua versi (yang pertama dalam Kejadian 1 dan dalam Kejadian 2yang kedua.

B.     ASAL-USUL KEPERCAYAAN PARMALIM
Secara historis, religi Parmalim pertama kali diprakarsai oleh seorang datu bernama Guru Somaliang, seorang yang sangat dekat dengan Sisingamangaraja XII (raja terakhir dari dinasti Sisingamangaraja). Menurut beberapa penulis Barat, ajaran ini dijalankan oleh para pengikut Sisingamangaraja (khususnya oleh dua orang pemimpin perangnya, Guru Somaliang dan Raja Mulia Naipospos), dengan tujuan untuk melindungi kepercayaan dan kebudayaan tradisional Batak Toba dari pengaruh Kristen, Islam, dan kolonialis Belanda. Parmalim adalah agama yang dianut khususnya di Sumatera Utara. Tuhan sebagai “debata mulajadi nabolon”pencipta manusia, bumi, langit, dan segala isi semesta yang disembah oleh “Umat Ugamo Malim”.
Dari kalangan masyarakat Batak sendiri menyebutkan bahwa menurut cerita lisan yang berkembang dilingkungan masyarakatBatak menyebutkan asal usul Parmalim itu di mulai sejak Raja Sisingamangaraja XII yang berkuasa menggantikan kedudukan ayahnya Sisingamangaraja XI yang meninggal dunia tahun 1875.
Dewasa ini penganut kepercayaan Parmalim yang berpusat di Hutatinggi, Laguboti, Toba samosir, Tapanuli Utara, tersebar diberbagai wilayah di Sumatra dan di Jawa termasuk di daerah Aceh Selatan, antara lain; di Barus, DKI Jakarta dan Kawasan Sumatra sendiri.


C.    KEPERCAYAAN PARMALIM
 Debata Mulajadi Nabolon
Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Malim adalah Debata Mulajadi Nabolon yang dalam bahasa Batak bermakna Debata yang “mahaawal” dan “mahabesar”. Dialah Tuhan yang memiliki sifat maha pencipta, maha menjadikan, mahakuasa dan awal mula dari segala yang ada. Tidak ada dari segala yang ada itu tak bermula dari padanya-Nya.
Debata Na Tolu
Debata Na Tolu (Debata yang tiga) adalah nama kesatuan dari dewa yang tiga yaitu dewa Bataraguru, Sorisohaliapan, dan Balabulan. Ketiga-tiga dewa ini disebut sebagai dewa yang pertama dijadikan setelah Banua Ginjang beserta isinya.
Si Boru Deakparujar
Dalam kepercayaan agama Malim Deakparujar merupakan salah satu dewa yang wajib disembah oleh parmalim. Deakparujar adalah satu-satunya dewa yang mendapat kuasa untuk mencipatakan Banua Tonga (bumi) ini.
Nagapadohaniaji
Nagapadohaniaji merupakan salah satu dewa yang ikut dalam kelompok si pemilik kerajaan Malim di Banua Ginjang. Nagapadohaniaji diberi tugas oleh Debata Mulajadi Nabolon yakni memelihara Banua Tonga.
Si Boru Saniangnaga
Salah satu dewa yang wajib diimani dalam agama Malim ialah Saniangnaga. Dia juga termasuk dewa yang sama kedudukannya denagn dewa-dewa lainnya yaitu sama-sama si pemilik kerajaan Malim di Banua Ginjang.

D. RITUAL KEAGAMAAN
    Marari Sabtu
yaitu pada setiap hari Sabtu, seluruh umat Parmalim berkumpul di tempat yang sudah yang sudah ditentukan baik si Bale Partonggoan, Bale Pasogit di pusat di daerah untuk melakukan sembah dan puji kepada Mulajadi Nabolon dan pada kesempatan itu para anggota diberi poda atau bimbingan agar lebih tekun berprilaku menghayati Ugamonya.
  Pasahat Tondi
adalah pengurusan jenazah menjelang pemakaman, adalah pasahat tondi. Pemberangkatan jenazah dipimpin oleh Ihutan atau Ulupunguan dengan upacara doa “Borhat mahotuha bangsa ”panjadianmu” Setelah pemakaman, di lanjutkan dengan upacara pasahat tondi yaitu upacara mengantar roh dalam arti harfiah.
  Upacara Sipaha Sada
Adalah merupakan upacara yang paling hikmat dan mengandung nilai religius yang paling dalam, bagi umat Parmalim. Hari pertama sipaha Sada disebut artia. Pada hari itu ugamo Parmalim berada pada suasana hening atau disebut robu. Ini merupakan hari perenungan.
 Upacara Sipaha Lima
Yaitu upacara yang dilakukan pada bulan kalender Batak untuk menyampaikan puji-pujian kepada Mulajadi Nabolon termasuk kepada wujud Pancaran Kuasanya Batara guru, Debata Sori dan Debata Balabulan, seterusnya kepada Raja Nasiakbagi, karena atas berkatnya semuanya memperoleh rahmat,sehat jasmani dan rohani. Seperti berkurban.

E. INETERAKSI KEPERCAYAAN PARMALIM DENGAN AGAMA LAIN

Masyarakat suku Batak juga sukar menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Sifat tertutup orang Batak mulai terbuka setelah terjadi penyerbuan dan pendudukan Islam di bagian Selatan daerah Batak pada tahun 1830-an, yang kemudian disusul dengan masuknya RMG pada tahun 1861, Gunung  Pusuk Buhit yang terletak di sebelah barat laut Danau Toba menurut mitologi Batak adalah tempat asal-usul Batak. Orang batak tersebut lebih terbuka interaksinya dengan orang kristen karena budaya nya hampir sama seperti orang keristen seperti memakan daging Anjing brgitupun halnya orang batak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal suku sentani agama lokal PA4A kel 8

Jurnal suku sentani KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT HUKUM WARIS MASYARAKAT PATRILINEAL DALAM SUKU SENTANI DISTRIK EBUNG...