SUKU BATAK
A.
MITOLOGI
BATAK
Mitologi Batak adalah kepercayaan tradisional akan dewa-dewi yang
dianut oleh orang Batak. Agama Batak tradisional sudah hampir menghilang pada
saat ini, begitu juga dengan mitologi Batak. Kepercayaan Batak tradisional
terbentuk sebelum datangnya agama Islam dan Kristenoleh dua unsur yaitu
megalitik kuno dan unsur Hinduyang membentuk kebudayaan Batak. Pengaruh dari
India dapat terlihat dari elemen-elemen kepercayaan seperti asal usul dunia,
mitos penciptaan, keberadaan jiwa serta bahwa jiwa tetap ada meskipun orang telah
meninggal dan sebagainya.
Suku
Batak yang memiliki banyak ragam kebudayaan dan seni yang sangat terkenal, suku
ini pula memiliki mitologi yang telah mereka yakini sebagai asal usul
penciptaan alam semesta serta hal-hal lain yang terkait.
Menurut
Mitologi Batak, tempat asal suku Batak adalah gunung Pusuk Buhit yang terletak
di sebelah Barat Laut Danau Toba.
Pada
umumnya, pemberitaan yang dilakukan dari mulut ke mulut tidak dapat di percaya.
Hal ini terbukti dengan banyak cerita dan dongeng yang beredar di kalangan
bangsa dan suku-suku negeri ini, yang semuanya tidak sesuai dengan pemberitaan
alkitab tentang penciptaan yang hanya mempunyai dua versi (yang pertama dalam
Kejadian 1 dan dalam Kejadian 2yang kedua.
B.
ASAL-USUL
KEPERCAYAAN PARMALIM
Secara historis, religi Parmalim pertama kali diprakarsai oleh
seorang datu bernama Guru Somaliang, seorang yang sangat dekat dengan
Sisingamangaraja XII (raja terakhir dari dinasti Sisingamangaraja). Menurut
beberapa penulis Barat, ajaran ini dijalankan oleh para pengikut
Sisingamangaraja (khususnya oleh dua orang pemimpin perangnya, Guru Somaliang
dan Raja Mulia Naipospos), dengan tujuan untuk melindungi kepercayaan dan
kebudayaan tradisional Batak Toba dari pengaruh Kristen, Islam, dan kolonialis
Belanda. Parmalim adalah agama yang dianut khususnya di Sumatera Utara. Tuhan
sebagai “debata mulajadi nabolon”pencipta manusia, bumi, langit, dan segala isi
semesta yang disembah oleh “Umat Ugamo Malim”.
Dari
kalangan masyarakat Batak sendiri menyebutkan bahwa menurut cerita lisan yang
berkembang dilingkungan masyarakatBatak menyebutkan asal usul Parmalim itu di
mulai sejak Raja Sisingamangaraja XII yang berkuasa menggantikan kedudukan
ayahnya Sisingamangaraja XI yang meninggal dunia tahun 1875.
Dewasa
ini penganut kepercayaan Parmalim yang berpusat di Hutatinggi, Laguboti, Toba
samosir, Tapanuli Utara, tersebar diberbagai wilayah di Sumatra dan di Jawa
termasuk di daerah Aceh Selatan, antara lain; di Barus, DKI Jakarta dan Kawasan
Sumatra sendiri.
C. KEPERCAYAAN PARMALIM
Debata Mulajadi Nabolon
Tuhan
Yang Maha Esa dalam agama Malim adalah Debata Mulajadi Nabolon yang dalam
bahasa Batak bermakna Debata yang “mahaawal” dan “mahabesar”. Dialah Tuhan yang
memiliki sifat maha pencipta, maha menjadikan, mahakuasa dan awal mula dari
segala yang ada. Tidak ada dari segala yang ada itu tak bermula dari
padanya-Nya.
Debata
Na Tolu
Debata
Na Tolu (Debata yang tiga) adalah nama kesatuan dari dewa yang tiga yaitu dewa
Bataraguru, Sorisohaliapan, dan Balabulan. Ketiga-tiga dewa ini disebut sebagai
dewa yang pertama dijadikan setelah Banua Ginjang beserta isinya.
Si
Boru Deakparujar
Dalam
kepercayaan agama Malim Deakparujar merupakan salah satu dewa yang wajib
disembah oleh parmalim. Deakparujar adalah satu-satunya dewa yang mendapat
kuasa untuk mencipatakan Banua Tonga (bumi) ini.
Nagapadohaniaji
Nagapadohaniaji
merupakan salah satu dewa yang ikut dalam kelompok si pemilik kerajaan Malim di
Banua Ginjang. Nagapadohaniaji diberi tugas oleh Debata Mulajadi Nabolon yakni
memelihara Banua Tonga.
Si
Boru Saniangnaga
Salah
satu dewa yang wajib diimani dalam agama Malim ialah Saniangnaga. Dia juga
termasuk dewa yang sama kedudukannya denagn dewa-dewa lainnya yaitu sama-sama
si pemilik kerajaan Malim di Banua Ginjang.
D. RITUAL KEAGAMAAN
Marari Sabtu
yaitu
pada setiap hari Sabtu, seluruh umat Parmalim berkumpul di tempat yang sudah
yang sudah ditentukan baik si Bale Partonggoan, Bale Pasogit di pusat di daerah
untuk melakukan sembah dan puji kepada Mulajadi Nabolon dan pada kesempatan itu
para anggota diberi poda atau bimbingan agar lebih tekun berprilaku menghayati
Ugamonya.
Pasahat Tondi
adalah
pengurusan jenazah menjelang pemakaman, adalah pasahat tondi. Pemberangkatan
jenazah dipimpin oleh Ihutan atau Ulupunguan dengan upacara doa “Borhat
mahotuha bangsa ”panjadianmu” Setelah pemakaman, di lanjutkan dengan upacara
pasahat tondi yaitu upacara mengantar roh dalam arti harfiah.
Upacara Sipaha Sada
Adalah
merupakan upacara yang paling hikmat dan mengandung nilai religius yang paling
dalam, bagi umat Parmalim. Hari pertama sipaha Sada disebut artia. Pada hari
itu ugamo Parmalim berada pada suasana hening atau disebut robu. Ini merupakan
hari perenungan.
Upacara Sipaha Lima
Yaitu
upacara yang dilakukan pada bulan kalender Batak untuk menyampaikan puji-pujian
kepada Mulajadi Nabolon termasuk kepada wujud Pancaran Kuasanya Batara guru,
Debata Sori dan Debata Balabulan, seterusnya kepada Raja Nasiakbagi, karena
atas berkatnya semuanya memperoleh rahmat,sehat jasmani dan rohani. Seperti
berkurban.
E. INETERAKSI KEPERCAYAAN
PARMALIM DENGAN AGAMA LAIN
Masyarakat suku Batak juga sukar menerima pengaruh-pengaruh dari
luar. Sifat tertutup orang Batak mulai terbuka setelah terjadi penyerbuan dan
pendudukan Islam di bagian Selatan daerah Batak pada tahun 1830-an, yang
kemudian disusul dengan masuknya RMG pada tahun 1861, Gunung Pusuk Buhit yang terletak di sebelah barat
laut Danau Toba menurut mitologi Batak adalah tempat asal-usul Batak. Orang
batak tersebut lebih terbuka interaksinya dengan orang kristen karena budaya
nya hampir sama seperti orang keristen seperti memakan daging Anjing brgitupun
halnya orang batak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar